nasri sulaiman Seputar Ruqyah        Ruqyah dalam Islam diperbolehkan, berdasarkan dalil-dalil syar'i di antaranya: Nabi saw. Bersabda: Artinya: " Tidak apa-apa ... 5

Seputar Ruqyah

0
       Ruqyah dalam Islam diperbolehkan, berdasarkan dalil-dalil syar'i di antaranya:
Nabi saw. Bersabda: Artinya: " Tidak apa-apa ruqyah itu selama tidak mengandung syirik" (HR Muslim).
"Barangsiapa menggantungkan sesuatu, maka dirinya akan diserahkan kepadanya"
(HR Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud dan Al-Hakim).

Agar pelaksanaan ruqyah tersebut sesuai dengan syar'i perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

A. Bacaan rukyah berupa ayat-ayat Alqur‘an dan Hadits dari Rasulullah saw.
B. Do‘a yang dibacakan jelas dan diketahui maknanya.
C. Berkeyakinan bahwa ruqyah tidak berpengaruh dengan sendirinya, tetapi dengan takdir Allah SWT.
D. Tidak isti‘anah dengan jin ( atau yang lainnya selain Allah).
E. Tidak menggunakan benda-benda yang menimbulkan syubhat dan syirik.
F. Cara pengobatan harus sesuai dengan nilai-nilai Syari‘ah.
G. Orang yang melakukan terapi harus memiliki kebersihan aqidah, akhlak yang terpuji dan istiqomah dalam ibadah.

RUQYAH SYAR'IYYAH; Dalam prakteknya adalah upaya untuk mengusir jin dan segalamacam gangguannya dengan membacakan ayat-ayat Al-Quran Al-Kariem. Bagijin yang mengganggu dan jahat, bacaan Al-Quran terutama pada ayattertentu yang dibaca dengan baik dan benar oleh orang yang shalil danbersih imannya, akan sangat ditakuti. Mereka akan merasakan panas yangmembakar dan pergi.
Diantaranya yang paling sering digunakan adalah ayat kursi, beberapa penggalan ayat dalam surat Al-Baqarah (tiga ayat terakhir), Surat AliImron, Surat Yasin, Surat Al-Jin, surat Al-Falaq dan Surat An-Naas. Selain itu masih banyak ayat dan doa-doa lainnya yang diriwayatkan kepada kita untuk dibacakan kepada orang yang kesurupan.
Tetapi bila orang itu menggunakan cara-cara yang menyimpang, apalagi dengan melanggar syariat dan aqidah, tidak boleh dilakukan. Karena tujuan jin ketika mengganggu manusia tidak lain adalah untuk menyeret manusia kepada pelanggaran dan syirik kepada Allah.
Misalnya, bila orang itu bilang bahwa jin itu minta sesajen, minta kembang, atau dikorbankan hewan sembelihan sebagai tumbal, itulah syirik yang sejati. Atau apapun yang secara syariah bertentang dengan hukum-hukum Allah.
Pada dasarnya bila dibacakan Ruqyah, jin itu sangat takut dan tidak berani tawar-menawar dengan minta ini itu. Karena pembacaan ayat-ayat Al-quran itu membuatnya kesakitan yang sangat, sehingga dalam proses Ruqyah, tidak ada permintaan dari jin kecuali harus pergi dan berhenti dari menganggu manusia.
Ruqyah sendiri adalah salah satu cara dari banyak jalan untuk mengusir gangguan setan dan sihir. Abdul Khalik Al-Atthar dalam bukunya:"Menolak dan membentengi diri dari sihir", menyebutkan bahwa untuk bisa terbebas dari pengaruh jahat itu, bisa dilakukan beberapa cara, antara lain:

1. Metode Istinthaq

Methode istinthaq adalah mengajak bicara setan yang ada di dalam tubuhorang yang terkena sihir. Dan menanyakan kepadanya tentang namanya,nama tukang sihir yang memanfaatkan jasanya, nama orang yang membebanitukang sihir untuk melakukan sihir, menanyakan tempat penyimpanan sihirserta barang-barang yang digunakan untuk menyihir. Meskipun demikian,kita dituntut untuk tetap waspada dan tidak mempercayai sepenuhnya akanapa yang diucapkan oleh setan yang ada di dalam tubuh pasien, sebabbisa jadi setan berbohong dengan tujuan untuk menimbulkan fitnah danmemecah belah hubungan baik diantara sesama manusia.

2. Metode Istilham

Melalui Istilham adalah memohon ilham dan petunjuk yang benar dariAllah swt) agar Ia berkenan memberikan isyarat lewat mimpi, sehinggasihir yang menimpa seseorang bisa terdeteksi dan kemudian dilenyapkan.

3. Metode Tahsin

Methode Tahsin adalah pembentengan, yaitu dengan membentengi danmelindungi korban sihir dengan menggunakan bacaan Al-Qur'an, zikir danibadah-ibadah tertentu.
Syaikh bin Baaz mengatakan bahwa cara yang paling efektif dalammengobati pengaruh sihir adalah dengan mengerahkan kemampuan untukmengetahui tempat sihir, misalnya di tanah, gunung dan lain-lain. Danbisa diketahui lalu diambil, maka lenyaplah sihir itu.
Pengobatan sihir yang diharamkan adalah menyingkirkan sihir dengansihir juga, ini sesuai dengan perkataan Rasul yang melarang kerasseorang muslim pergi ke rumah dukun dan tukang sihir untuk memintabantuan kepadanya.
Imam Ibnul Qayyim mengatakan bahwa mengeluarkan sihir danmemusnahkannya adalah pengobatan yang paling efektif, sebagaimana yangdiriwayatkan oleh Rasulullah saw bahwasanya beliau memohon kepada Allahuntuk dapat melakukan hal itu. Allah memberi petunjuk kepada beliau,sehingga beliau pernah mengeluarkan sihir dari sebuah sumur.

4. Hijamah

Cara yang lainnya adalah dengan hijamah (berbekam) pada anggota tubuhyang terasa sakit akibat pengaruh sihir, karena sihir bisa berpengaruhpada tubuh, dan melemahkannya.

5. Obat-obatan

Pengobatan sihir dapat juga dilakukan dengan menggunakan obat-obatanyang mubah (dibolehkan) seperti dengan memberi kurma 'Ajwah kepada sipenderita.
Diriwayatkan dari Amir bin Sa'ad dari bapaknya bahwasanya Rasulullahsaw bersabda, "Barangsiapa setiap pagi hari memakan kurma 'Ajwah makatidak akan membahayakan dirinya baik racun maupun sihir pada hari ituhingga malam hari. (HR. Bukhari)
Tentang keistimewaan kurma ini Imam Al-Khattabi berkata: Kurma 'Ajwahmemiliki hasiat dan manfaat yaitu bisa menjadi penangkal racun dansihir karena berkat do'a Rasulullah saw terhadap kurma Madinah, danbukan karena keistimewaan kurma itu sendiri.

6. Ruqyah

Cara yang lainnya yang dapat dilakukan untuk mengeluarkan sihir adalahdengan membacakan ruqyah syar'iyyah (pengobatan melaui bacaanAl-Qur'an, zikir dan doa).
Imam Ibnu Qayyim mengatakan: Diantara obat yang paling mujarab untukmelawan sihir akibat pengaruh jahat setan adalah dengan pengobatansyar'i yaitu dengan zikir, doa dan bacaan-bacaan yang bersumber dariAl-Quran. Jiwa seseorang apabila dipenuhi dengan zikir, wirid danmensucikan nama Allah niscaya akan terhalangi dari pengaruh sihir.Orang yang terkena sihir bisa sembuh dengan membaca ruqyah sendiri ataudari orang lain dengan ditiupkan pada dada atau tubuh yang sakit sambilmembaca zikir dan do?a.

Berikut ini adalah bacaan-bacaan yang diyakini mampu menolak dan menghilangkan bahaya sihir, diantaranya:
A. Surat Al-Fatihah.
B. Surat Al-Baqarah, khususnya ayat-ayat 1-5, 254-257 dan 284-286.
C. Surat Yasin khususnya ayat 1-12.
D. Surat Al-A'raf khususnya ayat 54-55 dan 117-119
E. Surat Thaha khususnya ayat 65-69.  F. Surat Al-Imran khususnya ayat 1-9 dan 18-19
G. Surat An-Nisa khususnya ayat 115-121
H. Surat Yunus khususnya ayat 79-82.
I. Surat Al-Mu'minun khususnya ayat 115-118.
J. Surat As-Shaffat khususnya ayat 1-10.
K. Surat Ghafir khususnya ayat 1-3, dan masih banyak lagi ayat-ayat lainnya.

Sedangkan doa-doa yang dianjurkan diantaranya:
"Ya Allah, Rabb bagi semua manusia, hilangkanlah rasa sakit, berilahkesembuhan, Engkau zat yang menyembuhkan tiada yang bisa menyembuhkankecuali Engkau, kesembuhan yang tiada menimbulkan sakit sedikitpun."

"Dengan nama Allah aku meruqyahmu dari kejahatan setiap jiwa ataupandangan orang yang dengki, Allah yang memberi kesembuhan padamu,dengan nama Allah saya meruqyahmu."
"Saya mohon untuk kamu perlindungan kepada Allah dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang diciptakan"
Bin Baz mengatakan: Hendaklah seorang muslim meminta kesembuhan hanyakepada Allah dari segala kejahatan dan bencana, dengan membacado'a-do'a berikut ini:
"Dengan menyebut nama Allah yang dengan keagungan nama-Nya itumenjadikan sesuatu tidak berbahaya baik yang ada di langit atau dibumi, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" (Dibaca 3x pada pagidan sore hari)
Dan dianjurkan pula untuk membaca Ayat Kursy ketika hendak tidur dansehabis salat fardhu, disamping membaca surat Al-Falaq, Al-Nas danAl-Ikhlash setiap selesai melakukan salat subuh dan salat maghrib sertamenjelang tidur.
Seluruh cara di atas hanyalah sekedar doa dan usaha, sumber kesembuhanhanyalah dari Allah semata, Dialah yang Maha mampu atas segala sesuatudan di tangan-Nya segala obat dan penyakit, dan segala sesuatu bisaterjadi berdasarkan ketentuan dan takdir Allah swt.

Nabi saw. Bersabda:
Dan berdasarkan penjelasan ulama, maka pengobatan Ruqyah Syar‘iyah diperbolehkan dengan kriteria sbb:
A. Bacaan rukyah berupa ayat-ayat Alqur‘an dan Hadits dari Rasulullah saw.
B. Do‘a yang dibacakan jelas dan diketahui maknanya.
C. Berkeyakinan bahwa ruqyah tidak berpengaruh dengan sendirinya, tetapi dengan takdir Allah SWT.
D. Tidak isti‘anah dengan jin (atau yang lainnya selain Allah).
E. Tidak menggunakan benda-benda yang menimbulkan syubhat dan syirik.
F. Cara pengobatan harus sesuai dengan nilai-nilai Syari‘ah.
G. Orang yang melakukan terapi harus memiliki kebersihan aqidah, akhlak yang terpuji dan istiqomah dalam ibadah.

Pada dasarnya membantu pengobatan dengan ruqyah adalah amal tathowu‘i(sukarela) yang dibolehkan menerima hadiah dan bukan kasbul maisyah(mata pencaharian rutin).

Majalah Ghoib

Tidak ada komentar:


Copyright © Seni, Ilmu, Iman dan Amal

Sponsored By: Free For DownloadDesigned By: Habib Blog